The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Logo pabrikan Triumph. (Instagram/@officialtriumph)
Otomotif

Pabrikan Triumph Pecat 400 Karyawannya Akibat Alami Kerugian saat Pandemi COVID-19

Kamis, 04 Juni 2020 15:08 WIB 04 Juni 2020, 15:08 WIB

INDOZONE.ID - Pekan ini, pihak Triumph Motorcycles mengumumkan telah memecat sekitar 400 karyawan secara global. Keputusan tersebut diambil Triumph menyusul dengan penurunan permintaan sepeda motor berkapasitas mesin besar selama pandemi COVID-19. 

Untuk saat ini, Triumph Motorcycles tengah melakukan diskusi dengan karyawannya. Setidaknya 240 karyawan yang kehilangan status pekerjaannya berada di kantor pusat Inggris. 

Langkah ini dijelaskan sebagai wujud mempertahankan neraca keuangan guna dapat bertahan di industri sepeda motor. Untuk saat ini, Triumph mempekerjakan 2.500 pegawai di seluruh dunia dengan memproduksi 60.000 unit motor setiap tahunnya. 

Pernyataan akan pemecatan karyawan langsung dinyatakan oleh Nick Bloor selaku CEO Triumph MOtorcycles. 

"Ini bukan hanya masa yang menantang bagi setiap orang sebagai individu, tetapi juga bagi perusahaan. Tidak ada bisnis yang dapat mengantisipasi skala krisis corona virus dan konsekuensi ekonominya," ujar Nick Bloor. 

Meski sudah terdapa penurunan kurva positif di berbagai area, Triumph memprediksi permintaan pasar akan terus mengalami penurunan. Alasan tersebut menjadi landasan utama guna mengurangi biaya operasional seperti pemecatan karyawan. 

"Pandemi telah menyebabkan kerusakan signifikan pada pasar sepeda motor global dan sayangnya, kita harus merespons dan bereaksi sebagai lahan kerja yang bertanggung jawab dan sebagai bisnis yang berinvestasi untuk masa depan," lanjutnya. 

"Ini bukan keputusan yang mudah untuk dibuat, terutama ketika mata pencaharian individu terkena dampak; namun sayangnya skala dampak Covid 19 mengharuskan kita untuk merestrukturisasi sekarang untuk melindungi kesehatan jangka panjang dan kesuksesan merek dan bisnis Triumph," tutup Nick Bloor.

Artikel Menarik Lainnya: