Tragedi Kanjuruhan Disebut Bukan Pelanggaran HAM Berat, Mahfud MD Beri Penjelasan

- Rabu, 4 Januari 2023 | 14:16 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD (Instagram/@mohmahfudmd)
Menko Polhukam Mahfud MD (Instagram/@mohmahfudmd)

Tragedi Kanjuruhan yang mengakibatkan lebih dari 130 orang meninggal dunia disebut bukan pelanggaran HAM Berat. Hal ini lantas membuat Koalisi Masyarakat Sipil geram dan melayangkan kecaman.

Merespons hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, angkat bicara. Ia menyebut bahwa Koalisi Masyarakat Sipil tak paham soal pelanggaran HAM berat.

"Kan saya mengutip laporan Komnas HAM. Laporan resmi Komnas HAM Tragedi Kanjuruhan memang ada indikasi tindak pidana, tetapi bukan pelanggaran HAM berat. Apakah masyarakat sipil tidak tahu laporan Komnas HAM tersebut? Terlalu," kata Mahfud mengutip Antara, Rabu (4/1/2023).

Menurut Mahfud, masyarakat sipil sering keliru mengenai definisi pelanggaran HAM berat.

"Hahaha. Koalisi Masyarakat Sipil sering keliru, tak paham perbedaan antara pelanggaran HAM berat dan kejahatan berat. Soal Tragedi Kanjuruhan ini kan sudah diumumkan oleh Komnas HAM sendiri berdasar hasil penyelidikan resmi. Kesimpulannya ya, diduga pelanggaran HAM biasa. Ini diperkuat Komnas HAM yang sekarang," papar mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu.

-
Aparat menembakkan gas air mata di Tragedi Kanjuruhan. (ANTARA/Ari Bowo Sucipto)

 

Baca Juga: Pele Dimakamkan di Pemakaman Tertinggi Dunia, Ribuan Pelayat Beri Penghormatan Terakhir

Dia mengungkapkan pada 10 Desember 2019 pernah berpidato pada HUT HAM Sedunia di Bandung, Jawa Barat. Ketika itu, ia mengatakan pada era kepemimpinan Presiden Joko Widodo tak ada pelanggaran HAM berat.

Lalu sebagian Koalisi Masyarakat Sipil mengkritisi pernyataan itu. Mereka memberi contoh bahwa di masyarakat banyak pembunuhan sadis, penganiayaan oleh sekelompok orang terhadap beberapa orang sampai mutilasi, dan bom bunuh diri yang menewaskan banyak orang.

Baca Juga: Van de Beek Nangis Usai Ditekel Keras, Kakinya Sampai Bengkok

"Kata mereka, itu jelas pelanggaran HAM berat. Rupanya mereka tak paham 'term yuridis' bahwa pelanggaran HAM berat itu beda dengan kejahatan berat," ucap Mahfud.

Dia mencontohkan kasus Ryan yang membunuh 11 orang dengan cara mutilasi beberapa tahun lalu divonis hukuman mati karena kejahatan berat. Menurut dia, kasus itu bukan pelanggaran HAM berat.

"Pelanggaran HAM berat itu hanya bisa ditetapkan oleh Komnas HAM. Lah, Komnas HAM sendiri bilang Tragedi Kanjuruhan itu bukan pelanggaran HAM berat," sebut Mahfud.

Artikel Menarik Lainnya:

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

Performa Bapuk MU Bikin Casemiro Susah Tidur

Selasa, 9 April 2024 | 14:45 WIB
X