Ganjar Pranowo Kagetkan Peserta Upacara HUT RI, Mendadak Undang Veteran Naik ke Podium

- Senin, 17 Agustus 2020 | 12:41 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ajak seorang verteran naik ke podium (Istimewa)
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ajak seorang verteran naik ke podium (Istimewa)

Jika biasanya kehadiran para pejuang veteran kemerdekaan dalam upacara HUT RI sebagai tamu undangan. Kali ini, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo membuatnya menjadi hal beda. Secara mengejutkan, Ganjar mengundang veteran naik podium inspektur upacara.

Hal itu terjadi saat upacara HUT RI ke-75 di halaman Kantor Gubernur Jateng, Senin (17/8/2020). Awalnya upacara berjalan seperti biasa, Ganjar sebagai inspektur upacara membacakan amanat tentang sosok Mbah Padmo Darsono, warga Dusun Girpasang, Klaten. Namun di akhir pembacaan amanat, politikus asal PDIP itu menengok ke belakang, ke arah tamu undangan. 

“Di ulang tahun ini rasanya sangat jarang kita mendengar apa kata veteran, apa yang dirasakan beliau. Dalam kesempatan yang baik ini saya mengundang senior kita, veteran kita untuk naik ke podium ini, saya persilahkan,” ujar Ganjar.

Tindakan Ganjar tersebut membuat pejabat dan peserta upacara terkejut. Sebab permintaan itu tidak ada dalam tata urutan upacara yang telah disusun.

-
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ajak seorang verteran naik ke podium (Istimewa)

 

Seorang veteran kemudian berdiri dan berjalan ke arah Ganjar. Satu petugas upacara nampak menggandeng veteran itu yang diketahui bernama M Amin Munadjat, Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Jateng.

Sesampainya Munadjat di atas podium, Ganjar mempersilahkan Munadjat memberi pesan-pesan kemerdekaan. Namun ia tak langsung memberi pesan, Munadjat justru mengomentari cerita Ganjar tentang Mbah Padmo.

"Kami sungguh mengapresiasi apa yang sudah Pak Gubernur lakukan terhadap masyarakat Jawa Tengah. Di tengah gemerlapnya Semarang, Bapak tidak lupa jauh di ujung sana, di puncak bukit, ada masyarakat kita yang sangat sederhana. Itu patut kita apresiasi," tutur Munadjat.

Munadjat menyatakan keprihatinannya melihat melemahnya persatuan dan kesatuan bangsa. Ideologi, politik, sosial, ekonomi, budaya, hankam, dan agama menjadi bahan yang diperdebatkan secara berlebihan bahkan keluar dari konteksnya. Menurutnya, perbedaan pandangan itu tak seharusnya menjadi perpecahan. 

-
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ajak seorang verteran naik ke podium (Istimewa)

 

”Kita harus bersama, bersatu untuk mengatasi Covid-19 yang dampaknya sampai ke seluruh aspek kehidupan. Kita bangsa bhinneka dan kita harus menjadikan Pancasila sebagai satu-satunya pedoman oleh setiap warga bangsa," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga secara khusus menitipkan pesan pada Ganjar untuk terus menjaga persatuan,keguyuban, dan kerukunan warga. 

“Kami tahu bapak sudah berbuat banyak untuk Jawa Tengah, namun mewakili teman-teman veteran kami titip agar jateng tetap terjaga persatuan kesatuannya, guyub rukun warganya, dijiwai nilai2 pancasila untuk menajdi bangsa yang tata tentrem kerta raharja,” tuturnya.

Upacara Hari Kemerdekaan di lingkungan Provinsi Jawa Tengah sendiri digelar dengan sederhana. Peserta upacara tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya yang biasanya digelar meriah di Lapangan Pancasila, Simpanglima, Semarang. Tahun ini upacara hanya diikuti sebagian dari ASN Pemprov Jateng, perwakilan dari TNI-Polri, dan pelajar.

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X